Langsung ke konten utama

Postingan

Balada ana' Mangkasara'

Assalamualaikum.. Akulah anak anging mammiri Ana' yg dibesarkan dari budaya sipakatau Bannang bulaeng menyelimuti tubuhku Dibesarkan oleh semangat tunrung pakanjara bersimponi Orang tua membesarkanku dengan nyanyian royong nenekoyang Dengan harapan aku mampu untuk melanjutkan pesan dalam aru tubarania ri Gowa Menjaga adat budaya tau mangkasara Dengan semangat yg diwariskan pangeran yg bergelar Ayam Jantan Dari Timur Siri na pacce Ditanamkan dalam jiwaku Bersamaan tallu cappa' pesan nenek moyang Dianugerahi badik, sebagai pertanda kelakianku Appa sulapa bersemayam dalam ingatanku Bulu' Bawakaraeng kiblat kedua bila ka'bah hilang bersama keyakinan tentang Allah Ta'ala Sumpahku kugantung dileher tala' salapang ri Gowa Dan Bontonompo kujadikan awal langkah dalam mangarungi bahtera kehidupan Dan jika kelak nanti Aku dan tubuhku tak mampu lagi mengemban siri na pacce Tak bisa lagi menerapkan sipakatau, sipakainga, sipakalabbiri. Ikhlaskan kepe...
Postingan terbaru

Tinggal

Setelah semua tanya terucap Waktu habis menunggu Jiwa haus dalam imaji harap Maka saatnya melepasmu Imajinasi dan mimpi biar hilang Hilang dalam cahaya redup bintang Dalam seperdua pagi akan hadir embun Basahi tanah yg tandus karena penantian Hingga hidup tak menanti harap Biar pohon selanjutnya berhenti hidup Biar makian tak lagi terucap Dari derap yg tak lagi berharap Harap harus dihentikan Dari kepala dan tindakan Kutarik semua.. Dari ingatan.. Tidak..benci tidak ada dalam kamus ku.. Hanya kecewa..
Sajak anak tiri Bangsa Kamilah titik kecil dari semua kata Kamilah bentuk tanda seru yg tetap setia dalam bayang gelap Kamilah koma yg siap menghubungkan suara minoritas dalam resah Kamilah anak tiri bangsa ini Bung ! Kami lahir dari rahim kebobrokan Kami tumbuh dalam bayang tanda tanya nasib Dikebiri, diasingkan dan terpinggirkan Kami bahkan dilupakan Nasib kami digaungkan dalam mulut penguasa Hanya pada saat berkampanye tentang partai Mengharap simpati rakyat, bahwa mereka memikirkan kami Nyatanya, itu hanya bualan politikus bangsat..! Bicara pencerdasan kami ? Itu bualan birokrasi bangsat! Bagi mereka, kami tak lebih dari barang jualan. Dihisap, dikontrol, bahkan dikekang dengan propaganda cepat lulus dan sarjana 3 tahun. Kami dibuat lupa dengan intisari pendidikan itu.. Kami disiapkan menjadi robot untuk melayani mafia.. Yang membuat rakyat Indonesia ku sengsara.. Itukah yg kalian inginkan..? Itukah yg kalian harapkan..? Tanyakan ke hati nuranimu kawan.. ...

Pergi

Setelah semua tanya terucap Waktu habis menunggu Jiwa haus dalam imaji harap Maka saatnya melepasmu Imajinasi dan mimpi biar hilang Hilang dalam cahaya redup bintang Dalam seperdua pagi akan hadir embun Basahi tanah yg tandus karena penantian Hingga hidup tak menanti harap Biar pohon selanjutnya berhenti hidup Biar makian tak lagi terucap Dari derap yg tak lagi berharap Harap harus dihentikan Dari kepala dan tindakan Kutarik semua.. Dari ingatan.. Tidak..benci tidak ada dalam kamus ku.. Hanya kecewa.. ....................................

Makian

Saya paham kerja dunia ini, orang-orang akan membencimu jika tindakan dan pikiranmu berbeda dengan mayoritas. Dibencimu itu karena pikiran dan tindakan yg kau percayai itulah konsekuensi logis dari idealisme yg kau yakini. Tetaplah tegar dan jangan ragu, sebab hidup yg tidak dipertaruhkan adalah kematian itu sendiri. Dalam perjuangan juga, terkadang kau harus dimaki, dibenci, diasingkan, bahkan harus dihilangkan. Akan tetapi percayalah Bung, "Apapun yg tidak membunuhmu, itu menguatkannya" . Makassar 1 Mei 2018
Manifestasi cinta dalam bentuk perlawanan Jika cinta kau ibaratkan adalah bunga Maka perlawanan adalah manifestasi dari bunganya Tapi jika kau ibaratkan kesetiaan itulah cinta Maka dengan kritikan itulah bentuk kesetiaannya Kami memilih berbeda dari mereka yg mengaku cinta Kami pilih arah lain sebagai jalannya Bukan..bukan..kami bukan pembangkang Kami hanya bosan melihat hal baik yg kurang Inilah manifestasi cintaku Kutuangkan dalam spanduk kusam bernyawa penolakanku kata-katanya kupersembahkan untukmu yg suka lupa Bahwa kami juga ada sebagaimana mereka ada Kamilah yg tetap setia menjaga ingatanmu Kamilah yg tetap setia memberimu saran jika kau lupa Meskipun dengan jalan barbar menurutmu Meskipun selalu saja menurutmu kami benci padamu Berbuatlah apa saja Dan kami akan tetap ada Lakukan apa saja Akan kami siapkan generasi selanjutnya Sebagai bibit yg akan tetap ada Menjaga kesetiaan janji kepada kebenaran abadinya..! Makassar, 10 Februari 2018. Muh Ridwan ...

Mungkin saya harus pamit nona

Dan berkali-kali nona Sudah kukatakan adanya Apa saja mengenai rasa Dan tetap saja dengan jawaban yg sama Kau tau nona Kumbang akan meninggalkan bunga Jika  bunga itu tidak memberikan nektar nya Begitu juga dengan perasaanku nona Sebab nona Saya bukan pemaksa say juga bukan penunggu yg baik Aku pergi tapi bukan karena muak Bukan karena rasa mulai hilang Sebab 3 kali meminta itu sudah melebihi 4 kali itu sudah saya anggap dibuang Dan aku tidak ingin dikebiri Pertahankan apa yg hatimu ingin lakukan Teguhlah pada takdir yg saat ini kau inginkan Semoga hatimu tidak kesepian Dan jiwa selalu bahagia dalam keheningan Aku pamit nona Aku berdoa untuk apa-apa saja yg pernah saya impikan.... Makassar, 27 Desember 2017